Coca-Cola mengubah strategi pemasarannya dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) secara lebih mendalam, menyusul perlambatan pertumbuhan yang didorong oleh kenaikan harga.Perusahaan minuman raksasa ini dilaporkan beralih dari fokus pada penetapan harga ke pendekatan yang lebih menekankan pada persuasi dan pengaruh konsumen.
Diskusi internal pimpinan perusahaan mengindikasikan bahwa Coca-Cola memasuki fase baru yang memprioritaskan pengaruh pasar dibandingkan kekuatan harga. Langkah ini menandakan bagaimana AI kini menjadi elemen sentral dalam strategi pemasaran inti perusahaan, sejalan dengan laporan dari Mi-3 mengenai perubahan fokus ini.

