Laboratorium AI Barat, termasuk OpenAI, Anthropic, dan Google, dilaporkan menghadapi tekanan yang meningkat untuk membatasi akses ke model paling kuat mereka. Situasi ini telah menciptakan kekosongan di ranah sumber terbuka.
Dalam kekosongan tersebut, pengembang Tiongkok telah mengambil peran penting. Mereka mengisi celah ini dengan mengembangkan model AI yang secara eksplisit dirancang untuk kebutuhan operator, yaitu model canggih yang mampu beroperasi pada perangkat keras standar.
Sebuah studi keamanan baru yang diterbitkan oleh SentinelOne menggarisbawahi sejauh mana model AI Tiongkok telah mendominasi ruang sumber terbuka ini, menunjukkan pergeseran signifikan dalam lanskap pengembangan kecerdasan buatan global.


