Micron Technology, perusahaan semikonduktor raksasa asal Amerika, menghadapi perubahan strategis signifikan yang dipicu oleh tingginya permintaan memori dari sektor kecerdasan buatan (AI).
Didirikan pada tahun 1978 di ruang bawah tanah sebuah kantor gigi di Boise, Idaho, oleh empat insinyur — Ward Parkinson, Joe Parkinson, Dennis Wilson, dan Doug Pitman — Micron awalnya beroperasi sebagai konsultan desain sederhana. Perusahaan ini didukung oleh investor lokal, termasuk konglomerat kentang J.R. Simplot, dan berkembang pesat menjadi salah satu pemain kunci dalam industri semikonduktor.
Kini, kebutuhan memori yang masif untuk pengembangan AI telah memaksa Micron untuk mengalihkan fokus bisnisnya. Perusahaan tersebut akan menarik diri dari pasar konsumen, mengarahkan sumber daya dan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan segmen AI yang sedang berkembang pesat.
Keputusan ini menandai titik balik krusial dalam ekonomi semikonduktor, menyoroti pergeseran prioritas industri global menuju teknologi yang mendukung era kecerdasan buatan.


