Token Aster mengalami lonjakan harga lebih dari 30% pada hari Minggu setelah Changpeng “CZ” Zhao, salah satu pendiri Binance, mengungkapkan kepemilikan pribadi senilai lebih dari $2,5 juta dalam token tersebut. Pengungkapan ini dilakukan melalui unggahan di platform X, di mana CZ menyatakan telah membeli Aster menggunakan dana pribadinya di Binance.
“Saya bukan seorang trader. Saya membeli dan menahan,” tulis CZ, mengindikasikan strategi investasi jangka panjangnya. Setelah unggahan tersebut, harga Aster melesat dari $0,91 menjadi puncaknya di $1,26, dan diperdagangkan pada $1,22 saat berita ini ditulis, berdasarkan data CoinGecko.
Pengungkapan CZ memicu peningkatan signifikan dalam volume perdagangan Aster selama 24 jam terakhir, melonjak dari $224 juta menjadi lebih dari $2 miliar. Kapitalisasi pasar token juga ikut meningkat, dari $1,8 miliar menjadi lebih dari $2,5 miliar. Reaksi pasar ini menunjukkan pengaruh besar figur seperti CZ dalam ekosistem kripto.
Namun, tidak semua pihak yakin reli ini akan berkelanjutan. Beberapa investor besar, yang dikenal sebagai "paus", justru mengambil posisi jual (shorting) Aster. Salah satu trader membangun posisi jual senilai $52,8 juta (42,97 juta token) dengan harga likuidasi $2, sementara trader lain menaikkan posisi jualnya menjadi $19,1 juta (15,3 juta token) dengan harga likuidasi $2,1, menurut platform analitik blockchain Lookonchain.
Hubungan CZ dengan proyek Aster sendiri telah menjadi sorotan. Sebelumnya, pada September, CZ sempat mengucapkan selamat kepada Aster di X dan mendorong pengembangnya untuk "terus membangun". Selain itu, YZi Labs, kantor keluarga CZ yang sebelumnya dikenal sebagai Binance Labs, telah berinvestasi pada pendahulu Aster, Astherus, tahun lalu. Aster sendiri merupakan hasil merger antara Astherus dan protokol perpetual terdesentralisasi APX Finance pada akhir 2024. Meskipun ada dukungan dari BNB Chain dan YZi Labs, keterlibatan langsung CZ belum diungkapkan secara resmi.