Diskusi teknologi dalam beberapa bulan terakhir banyak didominasi oleh pergeseran industri kecerdasan buatan (AI) menuju AI agen. Sistem AI agen ini memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai tugas secara otonom tanpa campur tangan manusia.

Terdapat perbedaan fokus antara perusahaan-perusahaan di Barat dan raksasa teknologi China. Sementara perusahaan Barat cenderung memprioritaskan pengembangan model fundamental dan interoperabilitas lintas platform, perusahaan-perusahaan besar di China justru berlomba untuk mendominasi pasar melalui integrasi AI agen ke dalam sektor perdagangan. Divergensi strategi ini diprediksi akan membentuk ulang cara perusahaan menerapkan sistem otonom di masa depan.