Berita terbaru di dunia kripto mencakup peringatan dari pengembang Tornado Cash kepada para pengembang open-source, evolusi platform NFT OpenSea menuju bursa multi-aset, serta desakan dari Ondo Finance kepada SEC terkait proposal sekuritas teretokensisasi Nasdaq.

Peringatan Roman Storm kepada Pengembang Open-Source

Pengembang Tornado Cash, Roman Storm, telah memperingatkan para pengembang perangkat lunak open-source, khususnya yang bekerja pada protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), mengenai potensi penuntutan retrospektif oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).

Storm mempertanyakan kepastian para pengembang DeFi bahwa mereka tidak akan didakwa sebagai bisnis layanan uang (MSB) karena membangun protokol non-kustodian. Kasus Storm yang sedang berlangsung dianggap memiliki implikasi hukum besar dan dapat menjadi preseden berbahaya bagi pengembang yang saat ini tidak terlindungi dari penuntutan.

OpenSea Beralih Menjadi Bursa Multi-Aset

CEO OpenSea, Devin Finzer, membantah klaim bahwa perusahaannya menjauh dari aset non-fungible token (NFT). Sebaliknya, ia menyatakan bahwa platform tersebut "berevolusi" menjadi antarmuka universal untuk memperdagangkan semua jenis aset onchain.

Finzer mengungkapkan bahwa volume perdagangan OpenSea pada bulan Oktober melampaui $2,6 miliar, dengan lebih dari 90% berasal dari perdagangan token. Visi OpenSea adalah menjadi platform komprehensif untuk:

  • Token
  • Kolektibel
  • Budaya digital dan fisik

Meskipun OpenSea adalah salah satu pasar NFT terbesar sejak 2017, ia sempat kehilangan dominasinya pada awal 2023 karena penurunan pasar NFT dan munculnya pesaing seperti Blur.

Ondo Finance Mendorong SEC untuk Menunda Proposal Sekuritas Teretokensisasi Nasdaq

Ondo Finance mendesak Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS untuk menunda atau menolak proposal Nasdaq untuk memperdagangkan sekuritas teretokensisasi. Ondo berargumen bahwa proposal tersebut kurang transparan dan dapat memberikan keuntungan yang tidak adil kepada pemain pasar yang sudah mapan.

Dalam suratnya kepada regulator, Ondo, sebuah perusahaan blockchain yang menerbitkan versi tokenisasi dari aset tradisional, menyatakan bahwa:

  • Regulator dan investor tidak dapat mengevaluasi proposal tanpa detail publik mengenai penanganan penyelesaian blockchain oleh Depository Trust Company (DTC).
  • Referensi Nasdaq terhadap informasi non-publik menyiratkan akses diferensial yang menghilangkan kesempatan yang adil bagi perusahaan lain untuk berkomentar.

Ondo menekankan pentingnya "kolaborasi terbuka dan standar transparan" sebelum keputusan akhir dibuat, mengingat aturan Nasdaq tidak dapat berlaku hingga DTC menyelesaikan sistemnya.