Kecerdasan buatan (AI) secara fundamental mengubah cara informasi diproduksi, diringkas, dan didistribusikan. Pergeseran ini sudah terasa dampaknya bagi para penerbit.
Dengan mesin pencari yang menawarkan ringkasan konten hasil AI, pengguna kini bisa mendapatkan jawaban tanpa perlu mengklik tautan. Selain itu, model bahasa besar (LLM) melatih diri dengan memanfaatkan puluhan tahun konten jurnalistik. Dalam lanskap baru ini, tantangan utama bagi penerbit adalah bagaimana bertahan dan membangun ketahanan di tengah era informasi yang didominasi AI.