Organisasi global saat ini dihadapkan pada dilema krusial: menyeimbangkan efisiensi biaya Kecerdasan Buatan (AI) dengan kebutuhan mendesak akan kedaulatan data. Selama lebih dari setahun, narasi seputar AI generatif didominasi oleh persaingan kapabilitas, yang seringkali diukur berdasarkan jumlah parameter dan skor benchmark.
Namun, diskusi di tingkat manajemen kini mengalami koreksi penting. Perusahaan mulai menyadari bahwa di balik daya tarik kemampuan AI yang canggih, diperlukan pertimbangan mendalam untuk mengelola biaya operasional AI secara efektif sambil memastikan kepatuhan terhadap regulasi kedaulatan data. Kondisi ini memaksa organisasi untuk meninjau kembali kerangka kerja risiko perusahaan mereka demi menghadapi dinamika baru ini.