Dalam upayanya menjadi pemimpin global dalam tata kelola berbasis Kecerdasan Buatan (AI), Dubai meluncurkan Laporan AI Negara pada April 2025. Laporan ini mengungkap lebih dari 100 kasus penggunaan AI berdampak tinggi, menandakan pendekatan strategis emirat yang mengutamakan kecepatan di atas pengeluaran.

Matar Al Hemeiri, Chief Executive Digital Dubai, dalam sebuah wawancara eksklusif, menegaskan bahwa kecepatan implementasi adalah faktor penentu utama dalam persaingan global untuk efisiensi pemerintahan berbasis AI. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Dubai bahwa kemampuan beradaptasi dan menerapkan solusi AI secara cepat akan memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan dalam arena global.