Disney, sebuah perusahaan hiburan raksasa yang fondasinya dibangun di atas properti intelektual, menghadapi dinamika kompleks. Perusahaan ini dituntut untuk memproduksi dan mendistribusikan konten dalam berbagai format dan untuk audiens yang beragam, sembari mempertahankan kontrol ketat atas hak cipta, keamanan, dan konsistensi merek.
Sebagai respons, Disney kini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif ke dalam model operasionalnya. AI generatif menjanjikan kecepatan dan fleksibilitas yang signifikan dalam proses kreatif dan produksi konten.
Meskipun demikian, penggunaan AI generatif yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan risiko hukum, tantangan kreatif, dan hambatan operasional. Langkah strategis Disney dalam mengadopsi AI ini, seperti yang tercermin dari kesepakatan dengan OpenAI, menunjukkan upayanya untuk memanfaatkan inovasi sembari tetap mengelola potensi risiko secara cermat.