Industri farmasi besar tengah berlomba dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai tahap, mulai dari penemuan obat, pengembangan, hingga uji klinis. Dalam konteks uji klinis, AstraZeneca telah menunjukkan keunggulan dengan menerapkan teknologi AI pada skala kesehatan publik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berbeda dengan kompetitor yang fokus mengoptimalkan saluran penelitian dan pengembangan (R&D) internal, AI AstraZeneca telah terintegrasi dalam sistem layanan kesehatan nasional. Teknologi ini diklaim mampu menyaring ratusan ribu pasien, menunjukkan potensi nyata AI dalam memberikan dampak langsung pada pasien dan sistem kesehatan secara luas.